Berita  

Di Hadapan 4.222 Mahasiswa Baru Unkhair, Hasby Yusuf Titip Pesan, Kampus Adalah Tempat Menempa Integritas, Bukan Sekadar Mengejar Gelar

Orasi ilmiah anggota DPD RI Hasby Yusuf
Pidato anggota DPD RI Hasby Yusuf

TERNATE_IP– Riuh tepuk tangan memenuhi ruang pembekalan mahasiswa baru Universitas Khairun ketika Anggota DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf, berdiri di hadapan 4.222 mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademiknya. Di hadapan ribuan wajah yang membawa harapan dan cita-cita itu, Hasby tidak sekadar menyampaikan ucapan selamat datang. Ia mengajak mereka memaknai kampus sebagai ruang pembentukan karakter, bukan sekadar jalan menuju selembar ijazah.

“Selamat datang di Universitas Khairun, rumah intelektual kebanggaan Maluku Utara. Hari ini bukan sekadar awal perkuliahan, melainkan awal perjalanan yang akan menentukan arah hidup dan pengabdian saudara di masa depan,” ujar Hasby.

Menurut alumnus Universitas Khairun itu, keberhasilan menjadi mahasiswa merupakan pencapaian yang patut disyukuri. Namun, di balik keberhasilan tersebut tersimpan tanggung jawab yang jauh lebih besar, yakni menjaga kepercayaan orang tua, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta menyiapkan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hasby menegaskan, perguruan tinggi tidak boleh dipersempit menjadi tempat berburu gelar akademik. Kampus, katanya, adalah ruang yang membentuk cara berpikir, mengasah daya kritis, memperkuat karakter, dan menumbuhkan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan publik.

“Bangsa ini sesungguhnya tidak kekurangan orang cerdas. Yang masih menjadi pekerjaan besar adalah menghadirkan lebih banyak pemimpin yang jujur, berintegritas, dan berani menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” katanya.

Bagi Hasby, ilmu pengetahuan akan kehilangan makna ketika tercerabut dari nilai moral. Karena itu, mahasiswa dituntut tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun akhlak, etika, dan kepedulian sosial sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.

Ia mengingatkan bahwa sejarah Indonesia berulang kali menunjukkan bagaimana mahasiswa menjadi kekuatan moral yang menjaga nurani bangsa. Dari ruang-ruang kampus lahir gagasan, kritik, dan gerakan yang mendorong perubahan ketika kehidupan berbangsa menghadapi berbagai tantangan.

Tradisi intelektual tersebut, kata Hasby, harus terus dirawat. Mahasiswa perlu membiasakan diri membaca, berdiskusi, meneliti, berpikir kritis, serta menyampaikan pandangan secara santun dan bertanggung jawab. Kampus harus tetap menjadi ruang lahirnya pemikiran yang mencerahkan, bukan sekadar tempat mengumpulkan nilai.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif dalam organisasi kemahasiswaan maupun organisasi kepemudaan sebagai wahana belajar memimpin. Menurutnya, organisasi merupakan laboratorium kehidupan yang mengajarkan kemampuan membangun kolaborasi, menghargai perbedaan, menyelesaikan persoalan, dan mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab.

Hasby mengaku berdiri di hadapan ribuan mahasiswa bukan hanya sebagai anggota DPD RI dan MPR RI, melainkan juga sebagai alumnus Universitas Khairun yang pernah ditempa oleh dinamika kehidupan kampus. Pengalaman itu, katanya, membentuk cara berpikir sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Saya percaya, dari ruangan ini akan lahir ilmuwan, pendidik, birokrat, pengusaha, inovator, hingga pemimpin daerah dan pemimpin nasional yang membawa nama baik Universitas Khairun, Maluku Utara, dan Indonesia,” ujarnya.

Menutup pesannya, Hasby mengajak seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater dan membalas pengorbanan orang tua melalui prestasi, integritas, disiplin, serta dedikasi. Masa kuliah, katanya, adalah kesempatan terbaik untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

“Banggalah menjadi bagian dari Universitas Khairun. Jadikan kampus ini sebagai tempat membangun ilmu, karakter, dan pengabdian. Sebab masa depan daerah dan bangsa kelak akan ditentukan oleh kualitas generasi yang hari ini mulai ditempa di ruang-ruang akademik,” tutupnya,”(tim/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *