TERNATE_IP– Anggota DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf, melanjutkan safari dialognya dengan berbagai elemen masyarakat. Kali ini, ia menyambangi Sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Maluku Utara untuk berdiskusi mengenai masa depan daerah kepulauan, penguatan demokrasi, dan peran strategis gerakan mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu dihadiri sejumlah tokoh senior PMII, di antaranya Salim Thaib dan Dr. Fahrul, bersama jajaran Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Maluku Utara serta perwakilan Pengurus Cabang (PC) dari berbagai daerah.
Kunjungan tersebut memiliki makna tersendiri. Di hadapan peserta, Hasby disebut sebagai anggota DPD RI pertama yang secara resmi mengunjungi Sekretariat PMII Maluku Utara untuk berdialog langsung dengan kader dan para senior organisasi.
Diskusi berkembang melampaui isu-isu politik praktis. Berbagai persoalan daerah kepulauan, tantangan pembangunan Maluku Utara, hingga pentingnya menjaga kualitas demokrasi menjadi pokok pembahasan. Dalam forum itu, Hasby menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh kehilangan daya kritis sebagai kekuatan moral bangsa.
“Saya lahir dan dibesarkan dari rahim gerakan mahasiswa. Karena itu saya ingin menitipkan semangat kepada sahabat-sahabati PMII agar tidak pernah kendor menjadi bagian dari perubahan. Bangsa ini membutuhkan anak-anak muda yang berani menyuarakan kepentingan rakyat,” ujar Hasby.
Ia mengingatkan bahwa perubahan tidak pernah lahir dari sikap diam. Menurutnya, tradisi intelektual dan sikap kritis yang selama ini menjadi ciri organisasi-organisasi Cipayung harus terus dirawat sebagai energi untuk mengawal demokrasi dan memastikan kekuasaan tetap berpihak kepada kepentingan publik.
“Jangan pernah lelah bersuara. Mendobrak tembok kekuasaan bukan pekerjaan mudah, tetapi sejarah selalu menunjukkan bahwa perubahan besar lahir dari keberanian mereka yang terus menyampaikan kebenaran,” tambahnya.
Hasby juga menyatakan bahwa suara mahasiswa merupakan energi yang dibutuhkan wakil rakyat di parlemen. Aspirasi yang lahir dari ruang-ruang diskusi kampus dan organisasi kemahasiswaan, menurutnya, menjadi bekal penting dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya di daerah kepulauan seperti Maluku Utara.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas organisasi, Hasby menyerahkan sedikit bantuan operasional dan perangkat pengeras suara (sound system). Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan kaderisasi, diskusi, dan berbagai agenda intelektual PMII di Maluku Utara,”(tim/red).













