Berita  

Hasby Yusuf Perkuat Peran Majelis Taklim: Dari Shalawat, Kita Menjaga Peradaban Maluku Utara, Habib Zaki Al-Idrus: Gerakan Melahirkan Generasi Saleh dan Berakhlak

Suasana temu shalawat dan zikir ibu-ibu majelis taklim di kediaman anggota DPD RI Hasby Yusuf
Suasana temu shalawat dan zikir ibu-ibu majelis taklim di kediaman anggota DPD RI Hasby Yusuf

TERNATE_IP– Pertemuan Anggota DPD RI asal Maluku Utara, Hasby Yusuf, dengan para ibu majelis taklim menjadi penegasan atas komitmennya memperkuat syiar Islam sekaligus membangun fondasi peradaban masyarakat dari ruang-ruang pengajian. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari silaturahmi bersama pengurus BKMT Provinsi Maluku Utara yang digelar empat hari sebelumnya.

Dalam sambutannya, Hasby menegaskan bahwa majelis taklim bukan sekadar ruang berkumpul, melainkan tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, dan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan shalawat serta pembelajaran Al-Qur’an.
Ia mengutip firman Allah SWT:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56).

“Majelis taklim memiliki kemuliaan tersendiri karena di dalamnya terus hidup shalawat, dzikir, dan ilmu. Inilah majelis yang menjaga ruh masyarakat,” ujar Hasby.

Ia mengatakan, gerakan pembinaan majelis taklim akan dijadikan sebagai tradisi kebaikan yang melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki kepedulian terhadap agama dan pembinaan umat.

Menurutnya, membangun masyarakat tidak cukup melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus dimulai dari pembangunan iman dan akhlak.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Hasby menyatakan kesiapannya menjadi sponsor pelaksanaan lomba kasidah dan baca shalawat antar-majelis taklim se-Provinsi Maluku Utara. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah mempererat ukhuwah sekaligus menghidupkan syiar Islam di seluruh daerah kepulauan.

Pada kesempatan yang sama, Ustaz Habib Zaki Al-Idrus menyampaikan tausiah di hadapan ratusan ibu majelis taklim. Ia mengapresiasi inisiatif Hasby Yusuf yang dinilainya lahir dari hati yang digerakkan oleh Allah SWT untuk menghimpun para ibu dalam majelis ilmu.
Habib Zaki mengingatkan sabda Rasulullah SAW yang masyhur:
الأُمُّ مَدْرَسَةٌ، إِذَا أَعْدَدْتَهَا أَعْدَدْتَ شَعْبًا طَيِّبَ الأَعْرَاقِ
“Ibu adalah madrasah pertama. Apabila engkau mempersiapkannya dengan baik, maka engkau telah mempersiapkan sebuah generasi yang baik.”

Menurutnya, kekuatan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas para ibu. Karena itu, pembinaan majelis taklim diyakini akan melahirkan generasi yang saleh, salehah, berakhlak mulia, serta menjadi harapan baru bagi masa depan Maluku Utara.

Habib juga mengutip hikmah para ulama bahwa mendidik seorang perempuan sejatinya sama dengan mendidik satu generasi. Karena dari tangan seorang ibu lahir para pemimpin, ulama, dan generasi penerus bangsa.

Ia berharap ikhtiar yang dilakukan Hasby Yusuf menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya serta mendapat keberkahan dari Allah SWT.

“Bantuan yang diberikan beliau hanyalah asbab. Hakikatnya, semua berasal dari Allah SWT. Ketika Allah menghendaki kebaikan bagi suatu daerah, Dia menggerakkan hati hamba-Nya untuk berbagi dan melayani umat,” ujar Habib.

Menurutnya, peradaban tertinggi bukan hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan dari hidupnya Al-Qur’an, shalawat, dan ajaran Rasulullah SAW di tengah masyarakat.

Menutup tausiahnya, Habib Zaki mengingatkan bahwa rezeki tidak akan berkurang karena sedekah. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim).
Ia menambahkan, rezeki ibarat rambut yang terus tumbuh kembali ketika dipotong. Selama digunakan di jalan Allah, niscaya Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Habib kemudian menutup dengan hadis Rasulullah SAW:
السَّخِيُّ قَرِيبٌ مِنَ اللَّهِ، قَرِيبٌ مِنَ النَّاسِ، قَرِيبٌ مِنَ الْجَنَّةِ، بَعِيدٌ مِنَ النَّارِ
“Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga, dan jauh dari neraka.”
Pesan tersebut menjadi penutup yang menguatkan semangat bahwa membangun peradaban dimulai dari keikhlasan berbagi, memuliakan majelis ilmu, dan menjaga syiar Islam di tengah kehidupan masyarakat,”(tim/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *