SOFIFI_IP– Di penghujung masa dinasnya, Irjen Pol Drs. Waris Agono, M.Si. memilih berpamitan tanpa gegap gempita. Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara itu akan resmi menanggalkan seragamnya pada 28 April 2026 tepat saat usianya genap 58 tahun, batas akhir pengabdian di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pamit itu disampaikan sederhana, nyaris datar. Tak ada klaim besar, tak pula laporan panjang soal capaian. Hanya kalimat pendek, undur diri, dan melanjutkan hidup di medan lain.
“Mohon pamit undur diri dari Maluku Utara, untuk selanjutnya mengembangkan potensi diri pada bidang yang lain,” ujar Waris, Senin (27/4/2026).
Masa jabatannya sebagai Kapolda Maluku Utara memang terhitung singkat. Ia baru dilantik pada 12 Maret 2025 artinya, tak genap satu setengah tahun memimpin wilayah kepolisian di provinsi kepulauan itu. Sebuah periode yang lebih menyerupai etape penutup ketimbang babak pembangunan.
Namun dalam catatan pribadinya, kurun waktu 1 tahun 1 bulan 16 hari itu disebutnya penuh dinamika. Ia mengklaim kebersamaan dengan masyarakat menjadi bagian yang paling membekas, meski tak dirinci capaian konkret yang ditinggalkan.
Pesan pamitnya juga dibarengi nada formal, terima kasih dan permohonan maaf. Bersama istrinya, ia menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang dianggap telah menopang jalannya tugas.
Di balik perpisahan yang singkat itu, terbentang karier panjang yang dibangun dari korps Brigade Mobil. Lulusan Akademi Kepolisian 1990 itu menghabiskan sebagian besar waktunya di medan Brimob mulai dari Jawa Timur, Lampung, hingga posisi strategis di Korbrimob Polri.
Jejaknya mencakup posisi Kepala Detasemen, Kapolres Metro, hingga Wakil Komandan dan Komandan Pasukan Pelopor unit yang dikenal sebagai tulang punggung operasi taktis kepolisian. Ia juga sempat menjabat Wakapolda Sulawesi Tenggara sebelum akhirnya ditarik ke Maluku Utara.
Promosi terakhirnya sebagai Kapolda Maluku Utara datang melalui Surat Telegram Kapolri pada Maret 2025 sebuah penugasan yang lebih menyerupai penutup karier daripada awal babak baru.
Sepanjang pengabdiannya, Waris mengantongi sejumlah tanda jasa, dari Satyalancana Pengabdian hingga Bintang Bhayangkara Nararya. Namun seperti masa jabatannya di Maluku Utara, daftar itu kini berakhir tanpa banyak sorotan.
Pensiun Waris Agono bukan sekadar pergantian pejabat. Ia menandai berakhirnya satu generasi perwira Brimob yang tumbuh dalam pola lama, panjang di lapangan, senyap dalam narasi.
Kini, kursi Kapolda Maluku Utara kembali menunggu arah baru sementara Waris melangkah keluar, membawa satu hal yang tak pernah benar-benar tercatat dalam laporan resmi, bagaimana ia dikenang, atau justru dilupakan.(EWS)













