TERNATE_IP– Perayaan Hari Ulang Tahun ke-27 Pemerintah Kota Ternate berubah arah. Bukan sekadar seremoni tahunan, momen ini justru dipakai Walikota Muhammad Tauhid Soleman untuk “membuka kartu” soal tumpukan masalah kota dengan sampah sebagai sorotan utama. Senin (27/4/2026).
Dalam upacara yang berbarengan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Tauhid menegaskan bahwa usia 27 tahun seharusnya menjadi titik evaluasi, bukan sekadar nostalgia. Ia mengakui, di balik capaian pembangunan, masih ada persoalan mendasar yang belum tertangani secara tuntas.
“Ini bukan soal sudah atau belum, tapi seberapa serius kita memperbaiki. Pelayanan publik harus berubah, tidak bisa lagi biasa-biasa saja,” ujarnya.
Tauhid kemudian membeberkan daftar pekerjaan rumah yang tak ringan, mulai dari krisis air bersih, sistem persampahan yang belum solid, persoalan transportasi, drainase, hingga ketimpangan pembangunan antar wilayah. Sektor ekonomi rakyat seperti UMKM dan industri kreatif juga disebut masih butuh dorongan serius.
Namun, satu isu yang disebut paling mendesak adalah pengelolaan sampah yang hingga kini masih menjadi problem klasik kota.
Menurutnya, pendekatan lama sudah tidak relevan. Penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan semua unsur, dari lingkungan terkecil hingga tingkat kota. Ia bahkan menyinggung minimnya keterlibatan masyarakat sebagai salah satu hambatan utama.
“Kalau hanya pemerintah yang kerja, hasilnya tidak akan maksimal. Ini harus jadi gerakan kolektif, dari RT sampai kecamatan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemkot juga menyoroti penataan kawasan pasar yang dinilai belum tertib. Aktivitas pedagang dan parkiran yang semrawut dianggap ikut memperparah wajah kota. Penertiban akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya mengembalikan fungsi ruang publik.
Menutup sambutannya, Tauhid mengingatkan bahwa ego sektoral justru menjadi penghambat terbesar dalam pembangunan. Ia meminta seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk meninggalkan kepentingan masing-masing.
“Kalau masih jalan sendiri-sendiri, jangan harap ada perubahan besar. Kita harus bergerak bersama,” tandasnya.
Pesannya lugas: di usia ke-27, Kota Ternate tidak kekurangan program yang kurang adalah keseriusan menjalankannya.













