TERNATE_IP– Pernyataan salah seorang pengurus partai Demokrat yang juga anggota DPRD Provinsi Maluku Utara berinisial AK terancam di pecat (PAW) apa bila terbukti dari hasil percakapannya di WhatsApp Grup mengarah ke ajakan yang berbau sara.
Hal ini dengan lantang dan keras disampaikan langsung oleh ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara M. Rahmi Husen via telpon. Demokrat tidak segan-segan memberikan sanksi tegas atau pemecatan bagi kader yang melanggar apalagi kasus yang mengarah ke masalah sara. Kader tersebut harus dipecat (PAW).” Tegas Rahmi.”
Naid (sapaan akrabnya), menambahkan saat ini kami tak hanya menerima laporan dari sejumlah pihak saja akan tetapi dari hasil percakapan via WhatsApp Grup sudah menyebar luas dan viral di media sosial. Olehnya kami hanya sisa menunggu pernyataan resmi dari pihak kepolisian dalam hal ini Polda Maluku Utara karena untuk saat ini sudah ditangali polda dan masih dalam tahapan pemeriksaan. Sisa kita menunggu saja hasil resminya seperti apa.” Lanjut Naid.”
Untuk diketahui, melalui salah satu grup WahatsApp, AK melontarkan pernyataan yang diduga tak pantas dan provokatif “baku bunuh” yang tentu berkonotasi ajakan kekerasan. Percakapan di grup WA itu sudah tersebar luas.
Sementara itu, AK yang masih anggota DPRD aktif ini memberikan pernyataan yang berbeda bahwa pernyataannya itu tidak ditujukan ke pihak lain akan tetapi kata ajakan “baku bunuh” hanya tertuju ke sesama internal anggota grup GAMKI semata. Yang menurut dia (AK), salah satu anggota grup telah membuat pernyataan yang tak pantas dialamatkan terhadap dirinya.” Ungkap AK.”
Mamasalah ini untuk sementara sudah ditangani langsung oleh Polda Maluku Utara dan masih dalam tahapan pemeriksaan. Ewis












