MANGOLI_IP– Banjir bandang yang cukup parah dialamai warga Desa Waisakai, Kabupaten Kepulauan Sula ini menyisahkan duka yang paling mendalam, tuju belas rumah warga rusak berat dan satu rumah dinyatakan hilang akibat tersapu banjir,” kamis (12/3/2026).
Nasib naas ini juga dialami Rahman Makian salah satu wartawan Malut Post (Jawapost Grup) Biro Kepulauan Sula. Selain merusak akses jalan rumah Man (sapaan akrabnya) ikut tersapu banjir bandang sehingga mengalami rusak berat.
Peristiwa ini dipicu karena intensitas hujan yang sangat ekstrim mengguyur desa Waisakai sehingga meluapnya air membawa material lumpur, batu dan pepohonan menyapu permukiman warga.
Rahman dan belasan warga akhirnya kehilangan tempat tinggal dan sampai saat ini mereka belum ada tempat tinggal sementara.
Seorang warga yang tak mau sebutkan namanya merasa sangat kecewa dengan sikap pemerintah daerah karena nasib mereka hingga saat ini masih ditelantarkan. Katong berharap semestinya ada langkah cepat dari pemda biar katong bisa tau nasib katong yang pung rumah rusak berat ini, ungkapnya.’
Untuk diketahui, kurang lebih selama lima belas jam mendapat laporan dari warga pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Sula maupun pemerintah provinsi Maluku Utara belum juga tiba di lokasi kejadian (Ewis).”












