TERNATE_IP– Polda Maluku Utara menandai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dengan melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu di tiga lokasi berbeda. Program tersebut menjadi bagian dari agenda bakti sosial Polri yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tiga rumah yang direnovasi berada di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Kota Sofifi, serta Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan.
Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian Polri yang tidak hanya berorientasi pada tugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir menjawab kebutuhan sosial masyarakat.
“Ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80. Semangatnya adalah Polri untuk masyarakat,” kata Arif Budiman usai menyerahkan kunci rumah hasil renovasi kepada penerima manfaat di Kelurahan Tabona, Selasa (23/6/2026).
Selain bedah rumah, Polda Maluku Utara juga menggelar berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga khitanan massal yang dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku Utara.
Menurut Arif, pelayanan kesehatan tersebut terbuka bagi masyarakat sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memperingati hari jadi Bhayangkara.
Polda Maluku Utara juga menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Halmahera Tengah yang mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan air.
Kapolda berharap berbagai kegiatan sosial yang dilakukan Polri dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya situasi keamanan yang kondusif.
“Kami berharap masyarakat terus menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung berbagai program pembangunan agar aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengapresiasi inisiatif Polda Maluku Utara yang dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Tauhid, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Polri, dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Program seperti ini sangat membantu pemerintah daerah. Kehadiran Polri melalui bedah rumah memberikan manfaat nyata bagi warga yang selama ini masih tinggal di rumah yang belum layak huni,” kata Tauhid.













