TERNATE_IP– Kinerja pendapatan Pemerintah Kota Ternate menunjukkan tren yang relatif solid pada paruh pertama tahun 2026. Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah mencapai sekitar Rp78 miliar, atau lebih dari separuh target tahunan yang dipatok sebesar Rp150 miliar.
Kepala BP2RD Kota Ternate, H. Mochtar Hasyim, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa penerimaan daerah bergerak sesuai jalur yang direncanakan. Hingga akhir Juni 2026, realisasi PAD telah menembus sekitar 52 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah.
“Realisasi PAD hingga semester pertama sudah mencapai sekitar Rp78 miliar dari target Rp150 miliar,” kata Mochtar, Sabtu (11/7/2026).
Pajak daerah masih menjadi tulang punggung penerimaan daerah. Dari target penerimaan pajak sebesar Rp102 miliar sepanjang 2026, realisasinya telah mencapai sekitar Rp58 miliar, atau sekitar 57 persen.
Menurut Mochtar, capaian tersebut mencerminkan tingkat kepatuhan wajib pajak yang terus membaik, sekaligus efektivitas langkah intensifikasi penerimaan yang dilakukan BP2RD dalam enam bulan terakhir.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak ingin bergantung pada capaian semester pertama semata. BP2RD menyiapkan berbagai strategi lanjutan, mulai dari penguatan pengawasan terhadap kepatuhan wajib pajak, peningkatan kualitas pelayanan perpajakan, hingga optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal.
Selain memperkuat sektor pajak, pemerintah juga akan mendorong peningkatan kontribusi retribusi daerah dan potensi pendapatan lainnya agar struktur PAD menjadi lebih sehat dan berkelanjutan.
Dengan capaian lebih dari separuh target pada pertengahan tahun, BP2RD menilai peluang merealisasikan target PAD hingga akhir 2026 tetap terbuka. Bahkan, apabila tren penerimaan tetap terjaga pada semester kedua, realisasi pendapatan daerah berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan.













