MOROTAI_IP– Kota Ternate kembali menegaskan posisinya sebagai kekuatan utama olahraga pelajar di Maluku Utara. Kontingen keluar sebagai juara umum pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Maluku Utara 2026 yang resmi ditutup di Stadion Bangsaha, Kabupaten Pulau Morotai, Sabtu (11/7/2026).
Keberhasilan tersebut menjadi penanda konsistensi pembinaan atlet usia pelajar yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Ternate. Meski tidak mengoleksi medali emas terbanyak, Ternate tampil paling stabil di hampir seluruh cabang olahraga sehingga mengumpulkan total 52 medali dan menempati posisi teratas klasemen akhir.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menyebut capaian itu bukan hasil yang datang secara instan, melainkan buah dari proses pembinaan yang melibatkan banyak pihak.
“Alhamdulillah, pada penutupan POPDA XII di Kabupaten Pulau Morotai, Kota Ternate berhasil keluar sebagai juara umum. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, oficial, serta dukungan penuh dari orang tua yang selama ini menjadi kekuatan utama di balik keberhasilan mereka,” ujar Rizal.
Menurutnya, prestasi tersebut memperkuat identitas Ternate sebagai daerah yang konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Capaian ini menjadi pesan bahwa Kota Ternate adalah kota atlet, kota yang memiliki tradisi prestasi di berbagai cabang olahraga,” katanya.
Keberhasilan di Morotai juga melengkapi dominasi Ternate setelah sebelumnya sukses merebut gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara di Kabupaten Halmahera Utara.
Bagi Rizal, dua prestasi bergengsi yang diraih dalam rentang waktu berdekatan menjadi indikator bahwa sistem pembinaan olahraga di Kota Ternate berjalan pada jalur yang tepat.
“Prestasi Porprov dan POPDA kini berhasil kita satukan. Ini menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus memperkuat pembinaan melalui KONI Kota Ternate agar lahir lebih banyak atlet berprestasi di masa mendatang,” Tambah Rizal.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ternate akan terus memberikan ruang pembinaan yang berkelanjutan agar para atlet mampu bersaing pada level yang lebih tinggi, baik regional maupun nasional.
Selain memberikan apresiasi kepada atlet, pelatih, dan oficial, Rizal juga mengajak seluruh sekolah untuk memberikan penghargaan kepada para atlet pelajar yang telah mengharumkan nama daerah.
Menurutnya, prestasi olahraga semestinya menjadi bagian dari pencapaian akademik yang layak mendapat perhatian khusus dari satuan pendidikan.
Sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan kontingen, Pemerintah Kota Ternate juga menyiapkan penyambutan resmi saat para atlet kembali dari Morotai.
“Insya Allah, setibanya di Ternate nanti para atlet akan dijemput langsung oleh Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, di bandara,” kata Rizal.
Berdasarkan laporan Ketua Panitia POPDA XII Maluku Utara, Sukur Lila, Kota Ternate mengakhiri kompetisi dengan koleksi 52 medali, unggul atas Kabupaten Halmahera Utara (44 medali), Kota Tidore Kepulauan (32 medali), Kabupaten Halmahera Selatan (27 medali), dan Kabupaten Pulau Morotai (26 medali).
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, yang menutup secara resmi POPDA XII, menegaskan bahwa ajang tersebut tidak sekadar menjadi arena kompetisi, tetapi juga wahana strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial yang akan dipersiapkan mewakili Maluku Utara pada kejuaraan tingkat nasional.
Penutupan POPDA XII turut dihadiri Wakil Bupati Pulau Morotai, Ketua DPRD Pulau Morotai, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Maluku Utara, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda),” (EWS).













